Fenomena Supermoon, Apakah Membawa Bencana ?

Benarkah supermoon akan membawa bencana bagi bumi?
"Kabar menghebohkan itu tidak ilmiah, ada bumbu-bumbunya. Supermoon tidak berarti bencana," kata astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.

Fenomena ini disebut sebagai lunar perigee atau 'supermoon'. Sejumlah kalangan mengaitkan fenomena ini dengan bencana alam seperti Gempa dan Tsunami di Jepang. Tapi Badan Antarika Amerika Serikat (NASA) sudah menekankan bahwa ini tak ada kaitannya dengan bencana, khususnya gempa 9,0 skala Richter dan tsunami yang meluluhlantakkan wilayah Jepang.

Meski demikian, bukan berarti supermoon tak ada kaitannya dengan Bumi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim, Tanjung Perak Surabaya memperingatkan, munculnya supermoon bisa berakibat banjir rob di sejumlah daratan.

Malam ini, Sabtu 19 Maret 2011, sebuah fenomena antariksa menarik akan terjadi. Bulan akan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dalam kurun waktu 18 tahun. Bulan hanya akan berjarak 221.567 mil atau 356.578 kilometer.

Supermoon berpengaruh pada pasang surut air laut, namun kondisi itu tidak menyebabkan tinggi gelombang di lautan.

Dari catatan BMKG Maritim Perak, ada beberapa kawasan di Surabaya yang mengalami pasang surut air laut akibat supermoon. Misalnya, kawasan Surabaya Timur, mulai Kenjeran, Gedangan Sidoarjo hingga Pasuruan ketinggian pasang air mencapai 110 hingga 130 cm diatas Mean Sea Level (MSL) atau diatas permukaan laut.

"Karena, posisi air laut pasang di saat jarak terdekat antara bulan dengan bumi itu mencapai ketinggian maksimum," kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG Maritim Perak, M Effendi, Sabtu 19 Maret 2011.

Sementara, di empat kawasan di Surabaya dan Gresik ketinggian pasang air laut jauh lebih rendah dibanding kawasan Surabaya Timur. Data yang ada di BMKG Maritim Perak, kawasan Surabaya khususnya kawasan tengah, utara dan barat akibat ketinggian air pasang laut bisa menyebabkan banjir rob di ketinggian antara 90-100 cm MSL.

"Tapi, masyarakat tidak perlu cemas dan panik. Karena itu hal biasa dalam fenomena alam dan tidak ada pengaruhnya dengan cuaca. Air pasang maksimum ini terjadi di bulan Maret tahun ini," lanjut Effendi.

Terpisah, BMKG Juanda Surabaya memastikan tidak akan ada perubahan secara mendasar terhadap cuaca terkait munculnya fenomena supermoon. Ditegaskan, dampak alam yang timbul hanya kondisi pasang surut air laut.

"Yang pengaruh cuma pasang surut air laut," kata prakirawan BMKG Juanda, Ari Pulung.BMKG Juanda menambahkan, munculnya fenomena kedekatan jarak bulan dengan bumi itu tidak berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Diperkirakan, dua hari kedepan kondisi cuaca cerah dan berawan. Intensitas hujannya ringan hingga sedang dan hujan diperkirakan berlangsung pada sore hingga malam hari.

Sumber : http://nasional.vivanews.com/