Ayo, Berburu Beasiswa !

Pelamar beasiswa harus menunjukkan pemahaman memadai mengenai bidang yang hendak dipelajarinya, semangat tinggi, kesiapan mental menghadapi budaya dan situasi berbeda, serta rencana yang jelas setelah lulus.

Kesempatan studi bagi siswa-siswi cerdas dengan keterbatasan ekonomi itu bisa diraih lewat lembaga-lembaga penyedia beasiswa. Caranya?

Umumnya, peminat harus melamar beasiswa lebih dulu ke lembaga-lembaga pengelola beasiswa. Jika sudah pasti mendapat beasiswa, baru mendaftar ke perguruan tinggi di negara terkait.

Namun, ada lembaga pengelola yang mensyaratkan peminat diterima terlebih dulu di perguruan tinggi. Kemudian, bukti penerimaan di perguruan tinggi itu digunakan untuk melamar beasiswa.

Adapun formulir pendaftaran bisa diperoleh di lembaga terkait atau diunduh dari situs lembaga pengelola beasiswa. Formulir yang telah diisi lengkap kemudian dikirim bersama dokumen yang dipersyaratkan. Misalnya, salinan ijazah dan daftar nilai yang diterjemahkan dan dilegalisir, surat keterangan orangtua (untuk mengikuti program bachelor), surat rekomendasi dari perusahaan, tokoh masyarakat atau profesor di universitas terkemuka (untuk yang sudah bekerja dan hendak mengikuti program magister atau doktoral), serta surat lamaran atau pernyataan motivasi.

Dalam surat tersebut, si pelamar harus bisa menjelaskan latar belakang pendidikan atau pekerjaannya, tujuan belajar, alasan memilih bidang studi, serta rencana masa depan terkait ilmu yang dipelajari dan manfaatnya bagi masyarakat. Jika diundang untuk wawancara, pelamar juga harus mampu meyakinkan tim seleksi.

Intinya, si pelamar harus menunjukkan pemahaman yang memadai mengenai bidang yang hendak dipelajarinya, punya semangat tinggi, kesiapan mental untuk menghadapi budaya dan situasi berbeda, serta rencana yang jelas mengenai apa yang akan dilakukan setelah menyelesaikan studi.

Syarat berbeda-beda

Meski ada banyak lembaga penyedia beasiswa, tetap diperlukan kejelian dalam memilih dan memahami persyaratan yang diberlakukan. Perlu diingat, mengirimkan begitu saja sebuah lamaran beasiswa, bisa jadi, malah berbuah bencana.

Sebagai contoh, Yayasan Toyota dan Astra (YTA) telah memberikan bantuan penelitian tesis atau disertasi bagi 69 mahasiswa S-2 dan S-3, serta 15.261 penerima beasiswa dari program S-1 reguler, serta Politeknik YTA. Berbagai program beasiswa di yayasan itu memiliki persyaratan dan sasarannya sendiri-sendiri.

Beasiswa Politeknik YTA, misalnya, disediakan bagi mahasiswa jurusan teknik mesin, teknik elektronika, teknik industri, teknik sipil, teknik komputer, teknik lingkungan, teknik kimia, dan teknologi informatika. Si calon penerima beasiswa haruslah berada di semester III atau IV dan memiliki IPK minimal 2,60 (skala 4) atau 6,5 (skala 10), belum bekerja tetap, dan tidak sedang menerima beasiswa atau ikatan dinas dari lembaga lain.

Adapun program beasiswa S-1 Reguler YTA khusus untuk jurusan teknik, MIPA, Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, IPK minimal 2,80, belum bekerja, dan tak sedang menerima beasiswa atau ikatan dinas dari lembaga lain.

Sementara itu, program Bantuan untuk Penelitian Tesis atau Disertasi Program Pascasarjana disediakan bagi staf pengajar universitas negeri atau staf lembaga penelitian milik pemerintah (LIPI/BPPT) yang sedang melanjutkan studi S-2 atau S-3 di perguruan tinggi negeri di Indonesia. Titik beratnya ada pada penelitian bidang teknik (diutamakan teknologi otornotif) dan lingkungan hidup.

Nah, jika informasi telah luas, persiapan telah matang, dokumen lengkap, dan mental siap, tunggu apa lagi? Segeralah berburu beasiswa. Jika gagal mendapat beasiswa dari satu lembaga, jangan putus asa. Masih banyak beasiswa yang bisa didapatkan dari lembaga atau negara lain. Yang diperlukan adalah kegigihan dan semangat pantang menyerah!

Sumber : http://edukasi.kompas.com/

5 Cara Berhenti Merokok

Tidak ada cara mujarab berhenti merokok, meskipun ada beberapa panduan untuk membantu mereka yang kecanduan merokok. Sebagai perokok, Anda sering mengatakan, "Jangan terus berkata berhentilah merokok, tetapi beritahulah cara bagaimana berhenti merokok."

Berikut ini adalah 5 Cara Berhenti Merokok, sebagaimana dikutip dari Health.com. :
1. Buatlah keputusan untuk berhenti merokok.
Riset bidang psikologi menuturkan bahwa Anda akan lebih mungkin berhenti merokok jika tahu betul dampak merokok bagi kesehatan dan percaya manfaat dari berhenti lebih besar daripada manfaat terus merokok.

2. Setelah Anda membuat keputusan untuk berhenti, bersiaplah untuk memilih tanggal berhenti merokok. Ini adalah langkah yang sangat penting. Pilih hari tertentu sebagai "Hari Istimewa untuk Tidak Merokok". Misalnya, Anda dapat menetapkan tanggal berhenti 2 sampai 4 pekan dari sekarang sehingga Anda akan memiliki waktu untuk bersiap-siap.

Singkirkan SEMUA rokok dan asbak di mobil rumah dan di tempat kerja. Jangan biarkan orang merokok di rumah Anda. Review masa lalu Anda untuk berhenti merokok. Jika Anda ditawari rokok, beranilah berkata,"Tidak terima kasih, saya tidak merokok."

3. Dapatkan dukungan dan dorongan
Anda memiliki kesempatan yang lebih baik untuk sukses jika Anda memperoleh bantuan. Beritahu keluarga, teman dan rekan kerja bahwa Anda akan berhenti merokok. Mintalah kepada mereka untuk tidak merokok di sekitar Anda.

4. Cari dan dapatkan pengobatan dengan benar

Obat-obatan seperti bupropion membantu beberapa orang berhenti merokok. Obat-obatan ini tidak mengandung nikotin, tetapi membantu Anda untuk melawan dorongan merokok.

5. Teruslah berusaha dan jangan cepat menyerah
Jangan berkecil hati jika Anda mulai merokok lagi. Ingat, kebanyakan orang mencoba beberapa kali sebelum mereka akhirnya berhenti.

Berikut adalah beberapa situasi sulit yang harus diwaspadai:

Berada di sekitar perokok bisa membuat Anda ingin merokok. Bad mood atau depresi - Ada banyak cara untuk meningkatkan mood selain beralih ke merokok.

Ketika Anda berujar dalam hati, hanya nikotin yang memberikan tendangan semangat, maka nikotin bukanlah salah satu penyebab kanker. Itu hanyalah alasan Anda mendambakan rokok. Jadi, Anda dapat mempertimbangkan produk pengganti nikotin. Produk ini mencakup beberapa bentuk: gum, patch, nasal spray, inhaler dan permen.

Sumber : http://www.antaranews.com/

Tips Mengatasi Anak Yang Sulit Diatur

Kita pernah menjadi anak-anak, sedangkan anak-anak tidak pernah menjadi kita, orangtua. Oleh karena itu, dalam mendidik anak, masuklah ke dalam posisi anak kita, bukan memaksakan kehendak kita sendiri," tambah Melly. Kesalahan orangtua lainnya adalah sering terlalu cepat menyimpulkan perilaku anak yang dianggap tidak sesuai nilai-nilai yang dimiliki.

Bila anak-anak menunjukkan sikap yang sulit diatur, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan melakukan beberapa tips berikut:

1. Melibatkan anak untuk membuat aturan bersama sehingga ketika ia melanggar, ia bisa diingatkan lagi mengenai aturan-aturan yang telah disepakatinya. Buat konsekuensi dari pelanggaran tersebut berupa hukuman yang juga disetujui oleh anak. Jadi ketika mendapat hukuman, anak tidak kaget lagi karena ia yang menyetujui konsekuensi tersebut.

2. Bangun mental juang anak-anak. Biasakan agar anak mendapatkan sesuatu dengan perjuangan. Misalnya ia akan mendapatkan mainan apabila dapat membuat prestasi tertentu. Bahkan untuk uang jajan, biasakan memberinya sesuai kebutuhan anak. Jika anak menginginkan lebih, anak harus melakukan sesuatu yang bermanfaat atau membanggakan agar bisa mendapatkan uang lebih tersebut.

3. Bangun kepercayaan diri mereka. Biasakan untuk memuji setiap perbuatan baik yang dilakukan anak di rumah, sekecil apa pun, untuk membangun kepercayaan dirinya. Berikan sebutan-sebutan yang membuat anak bangga kepada dirinya seperti "si pintar" atau "si cantik" atau "si cerdas".

4. Bangun "Museum Kasih Ibu". Abadikan setiap momen bersama anak-anak. Misalnya menyimpan tiket bioskop ketika nonton bersama, menyimpan tiket pesawat ketika melakukan liburan bersama, atau menyimpan foto dan video kenangan dengan baik. Semua benda kenangan tersebut dapat dibuka dan dikenang bersama anak-anak suatu hari, untuk mengingatkan anak-anak akan masa-masa bahagia bersama ibu dan ayah.

5. Buat catatan-catatan yang mendekatkan ibu dengan anak. Misalnya sebelum anak berangkat sekolah, tuliskan catatan-catatatan tentang betapa sayangnya Anda kepada anak, lalu masukkan ke dalam kotak pensil. Atau tempelkan kertas berisi pesan-pesan sayang Anda di kulkas ketika Anda akan bertugas ke luar kota agar anak selalu merasa dekat dengan Anda. Buat pesan-pesan yang menyentuh anak sehingga anak mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya tanpa merasa diperintah.

Sumber : http://female.kompas.com/

Tips dan Trik Efektif Mencari Kerja

Anda ingin mencari pekerjaan baru dengan cara yang efektif. Menurut Quinn Price, penasihat karier dan ahli manajemen, melakukan hal detail dalam mencari pekerjaan bisa mempermudah dan mempercepat dapatkan pekerjaan baru. Berikut ini Tips dan Trik Efektif Mencari Kerja untuk anda :

1. Detail pekerjaan
Dalam curiculum vitae (CV), tuliskan secara jelas detail pengalaman Anda. Buatlah yang membacanya mengerti dan mengetahui kelebihan Anda. Akan lebih baik jika Anda menonjolkan sesuatu yang sangat mereka butuhkan. Jadi tak ada salahnya untuk melakukan sedikit riset dan selalu memperbarui CV sebelum mengirimkannya.

2. Kata kunci
Masukan frase seperti ‘team-oriented problem solver’ saat mengirim surat lamaran secara online atau pun pos. Bukan hanya mencuri perhatian staf divisi sumber daya manusia menyortir lamaran, tetapi juga membantu resume Anda lebih mudah ditemukan secara online.

3. Jaringan
Manfaatkan semua jaringan yang Anda miliki, mulai dari teman kecil, tetangga, teman sekolah, teman kuliah hingga teman kerja. Lagipula, bagi perusahaan, lebih mudah merekrut seseorang yang sudah dikenal baik oleh karyawannya. Jadi, jangan segan untuk menanyakan lowongan pada orang-orang yang Anda kenal dekat.

4. Kenali kelebihan Anda
Daripada menuliskan banyak hal yang pernah Anda kerjakan sebelumnya, lebih baik tuliskan prestasi menonjol yang pernah dilakukan dalam pekerjaan. Cara ini membuat Anda terlihat lebih fokus menunjukan kelebihan.

5. Lakukan setiap hari

Setiap hari lakukan sesuatu hal yang terkait dengan mencari pekerjaan. Misalnya memperbarui CV, mengirimkan setidak dua lamaran dalam satu hari atau menghubungi teman untuk menanyakan lowongan. Menurut Price, jika dilakukan terus-menerus akan mempercepat Anda mendapatkan pekerjaan baru.

Sumber : http://kosmo.vivanews.com/

Inilah 16 Kiat Membantu Pelanggan untuk Membeli

Aktivitas yang satu ini memang menarik dan menyenangkan. Meski begitu, tak ada yang suka jika dibujuk, bahkan didesak, untuk membeli. Tugas wirausahawan dalam menawarkan produk atau jasa adalah membantu pembeli untuk membeli, bukan membujuknya untuk membeli. Bagaimana caranya? Michael Dalton Johnson, pendiri SalesDogs.com dalam buku 8 Rahasia Melejitkan Omzet: Dari 50 Pakar Penjualan Dunia memberikan kiatnya.

1. Jadilah emosional
Saat menawarkan produk atau jasa, nyalakan imajinasi dan pancing emosi pembeli. Berikan penekanan pada manfaat dan imbalan dari memiliki produk atau menggunakan jasa Anda. Gunakan ilustrasi verbal berwarna yang menekankan manfaat tersebut. Ungkapkan juga beberapa sejarah kasus singkat. Tunjukkan sikap yang membuat Anda disukai. Selebihnya, biarkan pembeli melakukan sebagian besar percakapan.

2. Apa yang pembeli inginkan

Biarkan prospek tahu bagaimana produk atau jasa Anda akan membantu mereka. Caranya siapkan jawaban dari Anda atas pertanyaan umum yang kerap muncul dalam diri pembeli. Pertanyaan pembeli adalah "Apa yang tersedia untuk saya?", catat pertanyaan ini dan siapkan jawabannya.

3. Hargai kecerdasan pembeli
Pembeli Anda cerdas dan layak mendapatkan penghargaan dari Anda. Jangan menghina kecerdasan prospek dengan pertanyaan mengarahkan yang bodoh seperti, "Kita semua ingin menghemat uang dan waktu, kan?" Sebaiknya katakan saja, "Produk kami akan menghemat waktu dan uang."

4. Apalah arti sebuah nama?
Hati-hati menyebut nama. Terlalu sering mengucapkan nama prospek dalam presentasi penjualan akan mengesankan berlebihan, serta tidak tulus dan meremehkan. Berusahalah menyebut nama prospek beberapa kali, dan dengan pengucapan yang benar.

5. Hindari aroma parfum menyengat

Boleh saja menggunakan parfum, namun pastikan tak membuat calon pembeli meninggalkan Anda karena terganggu penciumannya. Pembeli akan kehilangan minat jika Anda beraroma parfum, cologne, atau aftershave yang terlalu menyengat.

6. Tepat waktu tapi jangan terlalu awal

Jangan pernah datang lebih dari 10 menit sebelum jadwal bertemu dengan klien. Bersikap tepat waktu menunjukkan rasa hormat, bentuk bisnis yang bagus, dan mengawali pertemuan dengan cara yang baik.

7. Ciptakan citra yang kuat
Mengungkapkan kata-kata puitis untuk membangun citra produk atau jasa Anda sah saja. Asalkan jangan berlebihan.

8. Waspada penjahat waktu
Tak ada yang melarang Anda ngobrol santai, browsing internet hanya beberapa menit saja. Namun, bila dijumlahkan, waktu untuk bersantai ini bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan penjualan. Singkirkan segera penjahat waktu ini agar produktivitas meningkat.

9. Jangan menginterogasi pembeli

Pembeli yang cerdas akan menganggap terlalu banyak pertanyaan menyelidik, terutama pada tahap awal pertemuan, sebagai taktik penjualan yang berujung pada pembujukan. Jangan dudukkan pembeli di kursi interogasi. Terapkan aturan 80-20, yakni Anda 80 persen mendengarkan dan 20 persen berbicara terhadap pembeli. Banyak pertanyaan Anda yang akan terjawab bahkan sebelum Anda bertanya. Lebih banyaklah mendengar, bukan memborbardir pembeli dengan pertanyaan.

10. Memecah kecanggungan
Saat menelepon calon pembeli untuk pertama kalinya, jangan sok akrab. Perkenalkan diri Anda dan sebutkan alasan mengapa Anda meneleponnya. Dengan begitu prospek akan menghargai kejujuran dan penghargaan Anda atas waktu dan kecerdasan mereka.

11. Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan

Taktik ini biasanya dianggap prospek sebagai tindakan menghindar, sekaligus juga bisa melenyapkan kredibilitas Anda. Misalnya, jika pembeli bertanya "Kapan Anda bisa mengirimkannya?" Respons pertanyaan ini dengan rata-rata waktu pengiriman Anda. Tanyakan kembali apakah baik untuknya, kalau tidak negosiasikan dengannya. Kalau memungkinkan berikan apa yang diinginkan pembeli. Jangan pernah balik bertanya, "Kapan Anda membutuhkannya?"

12. Jaga penampilan Anda

Keterampilan berbusana rapi dan membuat Anda terlihat menarik sangat dibutuhkan dalam penjualan. Sepatu menjadi pusat perhatian pembeli terhadap penampilan Anda. Jadi bersikap kritislah terhadap penampilan Anda.

13. Berterima kasih tak perlu berlebihan

Jangan ucapkan terima kasih ketika Anda berhasil menghubungi calon pembeli, setelah beberapa kali ia tak menjawab telepon Anda. Sikap ini menunjukkan posisi Anda lebih rendah. Posisi yang lebih rendah akan mudah untuk disingkirkan.

14. Gestur memengaruhi suasana hati

Saat penjualan terasa tak berjalan mulus, tersenyumlah dan berdirilah tegak supaya Anda merasa semuanya pasti bisa diatasi. Begitupun saat menelepon pembeli, duduklah tegak dan tersenyum. Karena gestur ini membuat Anda percaya diri dan penuh dengan tujuan. Suara Anda menunjukkan kualitas diri.

15. Biarkan pembeli memimpin

Kemampuan membaca kepribadian dan gaya bicara calon pembeli adalah keahlian mutlak yang perlu Anda miliki. Modifikasi kecepatan dan gaya bicara Anda. Jika Anda berbicara dengan orang yang gemar ngobrol, lakukan obrolan ringan, bukan langsung menawarkan produk Anda. Jika prospek lebih menyukai gambaran umum dari produk atau jasa Anda, jangan bicarakan hal detail. Lakukan penyesuaian, dengan lebih dulu melatih keterampilan Anda.

16. Pembeli itu seperti kucing
Pembeli bisa menyulitkan seperti kucing yang penuh curiga, serba waspada, rewel, mandiri, dan menjaga jarak. Cara mengatasinya, jangan mengejarnya karena ia akan kabur. Jangan membujuknya karena nanti ia malah cuek. Duduk tenang dan berikan waktu kepada pembeli untuk berpikir dan memilih. Nanti ia akan mendekat kepada Anda dengan sendirinya.

Sumber : http://female.kompas.com/read/